Biro Umroh dan Haji Makin Menjamur

Biro Umroh dan Haji Makin Menjamur

Tingginya minat masyarakat untuk berumroh memicu banyak berdirinya travel biro umroh dan haji plus. Tetapi sebagian mendirikan travel ini tanpa dilengkapi dokumen dan izin resmi dari instansi terkait.

Menurut Joko Asmoro Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Plus dan Umroh Indonesia (Amphuri) tahun ini saja ada 800 ribu sampai 1 juta warga Indonsia yang beriat melaksanaan umroh. Angka ini naik dua kali lipat dari tahun lalu.

“Permintaan yang sangat tinggi terhadap umroh inilah yang membuat travel ilegal menjamur. Paling banyak dalam catatan kami ada di daerah-daerah. Kalau di kota besar jarang, karena masyarakat mudah dapat informasi yang legal dan tidak,” kata Joko dalam The Umro-Hajj and Moslem Tourism 2013 di Surabaya (12/12/2013).

Joko berharap jika para penyedia jasa layanan travel umroh dan haji plus yang tidak berizin ini segera mengajukan izin ke Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Apalagi, syarat untuk mengajukannya itu sangat mudah. Sehingga, dengan izin itu, masyarakat tidak dirugikan. “Sekarang kan masih banyak masyarakat yang gagal berangkat umroh gara-gara penyelenggaranya tidak beres. Ini yang harus dibenahi.

Kalaupun tidak mengurus izin setidaknya bekerjasama dengan travel yang berizin,” ungkapnya. Kementerian Agama sendiri mencatat sampai sekarang jumlah tarvel berizin sebanyak 250 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan 434 untuk Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur hanya ada 24 PPIU dan 14 untuk PIHK. (ran/ipg)

Sumber : www.suarasurabaya.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *